Majelis Dzikir Jama’i Pesantren Al Azhaar Tulungagung Bersama Al Habib Ali bin Abdullah bin Ahmad Al Hadad – 17 Oktober 2026

Ditulis oleh

di

Reportase acara Majelis Dzikir Jama’i Pesantren Al Azhaar Tulungagung
Sabtu, 17 Oktober 2026
Bersama Al Habib ali bin abdullah bin Ahmad Al Hadad

Pembukaan diawali dengan sholawat, serta penyambutan habib kemudian dilanjutkan dengan Dzikir Jama’i oleh saudara Qoirul Anam. Pembacaan ayat suci Al-Quran dari perwakilan santri Al-Azhaar

Pembukaan dibuka oleh Abah Imam Mawardi Ridwan
Indonesia menghargai perjuangan para ulama dengan menetapkan hari santri nasional tanggal 22 Oktober 2026, yang akan diawali dengan penampilan santri Al-Azhaar.
Ketika rosul memiliki santri disebut sahabat, generasi yang paling utama adalah generasi jaman para sahabat
Kita belum bisa memposisikan diri untuk melatih generasi awal samina wa atoqna
Amal makruf yang baik itu yang memberikan contoh, menggandeng dan mengajak tidak melawan lisan tapi perilaku
Tatanan dalam sekolah sudah dilakukan kebaikan para sahabat tinggal dievaluasi bersama
Sekecil apapun kejelekan dapat dicegah sejak dini dibekali dari sekolah.

Tausyiah HABIB ALI BIN ABDULLAH BIN AHMAD AL HADDAD
Allah meninggikan. Langit dan menurunkan Rahmat
Dalam kitab muhatawi : Anak- anak kalian ada fitnah, bahwa anak-anak kalian tidak ada takwa, tidak melakukan sholat
Allah berfirman: wahai orang-orang yg beriman, hindarilah api neraka
Sayyidina Ali berkata: Orang tua mendidik anak dengan baik
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an yang artinya kami telah memberikan amanah kepada langit dan bumi tapi tidak menerima, akhirnya diambil manusia amanah anak itu
Dalam Hadits Nabi Muhammad bersabda: Perintah Nabi untuk melaksanakan shalat 5 waktu , pada usia 7 tahun, wajib melaksanakan shalat, karena untuk belajar ibadah agar nanti mudah untuk beribadah yang lain
Bagi orang tua anak adalah nikmat atau ujian, sesuai cara mendidik anaknya
Poin pertama adalah tarbiyah. Dalam memilih istri yang Sholihah, karena madrasah yang pertama adalah orang tua, khususnya yang utama adalah ibunya
Penyair menyebutkan: Ibu adalah madrasah yang pertama dan utama dalam mendidik anak
Poin kedua dalam mendidik adalah memberi nama kepada anak dengan nama-nama yang terbaik kepada anak, dengan memberi nama anak dengan nama Rosulullah. Sehingga akan mendapatkan berkah dari Allah
Poin ketiga dalam mendidik anak: mencarikan ibu susu yang baik apabila ibu kandungnya tidak bisa menyusui, karena ibu susu juga mempengaruhi sifat pada anak, contoh orang Badui mempunyai lisan yang lebih baik
Poin keempat dalam mendidik anak: didiklah dengan dasar-dasar ilmu agama. Harus dididik pertama oleh orang tuanya, dan ajarilah dengan dasar-dasar Al Qur’an
Sebelum poin ke 5, Habib bercerita: anak seorang petani mengeluh kepada Sayyidina Umar, bahwa anaknya memukulnya. Setelah Sayyidina Umar memanggil anaknya dan menanyakan hal tersebut kepada anaknya, kemudian anaknya menjawab bahwa ayahnya dulu yang memberi tarbiyah yang kurang baik, yaitu memilih ibu yang tabiatnya kurang baik (memperlakukan Budak dengan tidak baik) dan memberi nama kepadanya yang tidak baik yaitu yang artinya kelelawar
Poin keenam dalam mendidik adalah menaruh anak dalam mencari ilmu ketempat yang benar : yaitu tempat yang mengajari ibadah sesuai ajaran: yang utama dalam melaksanakan sholat sebelum tamyis dan sebelum baligh
Tahap-tahap yang disebutkan tadi, Nabi Muhammad bersabda: anak yang sudah berumur 10 tahun harus melaksanakan shalat, kalau tidak melaksanakan harus dipukul dengan pukulan yang tanpa bekas, agar anaknya jera, dan mau melaksanakan shalat, tapi kalau sudah baligh tidak mau melaksanakan sholat, kita harus pukul karena sudah pribadi anak , tapi orang tua tetap harus menasehati
Selanjutnya kata para ulama, kalau anaknya perempuan segera menikahkannya, hukumnya Sunnah, begitu perintah Nabi Muhammad SAW : yaitu mulai usia 16 tahun, untuk anak-anak yang usianya 16 tahun keatas belum menikah maka harus menjaga diri pandangan, kelakuan dan lain-lainnya, harus menjaga adab


Pertanyaan dari Habib: mengapa orang Indonesia suka tidur tengkurap?
Tidur tengkurap adalah cara tidur yang dibenci oleh Allah SWT, yang betul cara tidur adalah tidur yang miring ke kanan atau ke kiri atau terlentang
Pertanyaan dari walisantri, “Berapa tahun batas usia orang tua dalam mendidik anak? Dan batas usia berapa dosa yang ditanggung orang tua kalau anak melakukan kesalahan?”
Habib Ali, “Anak yang sudah baligh orang tua tetap harus menasehati, tapi kalau sudah menikah sudah tidak wajib, karena kalau menikah untuk anak perempuan sudah kewajiban suaminya. Anak harus tetap menjaga Haq suami dan istrinya juga Haq orang tuanya
Walisantri bertanya, “Bagaimana komunikasi Rosulullah kepada anak dewasa yang suka tantrum dan bagaimana hukumnya orang tua yang suka membanding-bandingkan anaknya dengan anak orang lain?”
Habib menjawab, “Rosulullah dalam bercengkrama dengan anak-anak dengan cara yang halus, guyonan yang baik, Nabi memberi petunjuk kepada pemuda dengan cara yang lunak tidak dibentak-bentak tapi dengan kata-kata yang lembut, api harus dilawan dengan air agar sejuk . Dan Nabi melarang membandingkan anak kita dengan orang lain, tapi Mendoakan anak kita agar lebih baik seperti anak orang lain yang baik”
Walisantri bertanya, “Bagaimana mengatasi anak yang suka menjawab kalau dinasehati orang tua?”
Habib menjawab,”Sudah seharusnya bagi seorang ibu kalau anak sulit dinasehati, maka ibu harus mendoakan anaknya yang baik-baik, dan ibu boleh bersikap tegas kepada anaknya tapi bukan kekerasan fisik.Ibu waktu anaknya tidak nurut kepada ibu boleh menakuti dengan akan memberi tahu kepada ayahnya, apa yang diperbuat anaknya.”
Walisantri bertanya,”Apakah anak boleh menentang orang tua yang menurutnya orang nya belum sholih?”
Habib menjawab, “Anak harus mentaati orang tuanya kalau itu tidak bertentangan dengan perintah Allah, tapi kalau nasehat orang tua bertentangan dengan perintah Allah tidak boleh mengikutinya, tapi kita harus perlakukan orang tua dengan baik.

Acara ditutup dengan doa dipimpin oleh Habib Ali dan Dilanjutkan dengan bersholawat

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *