Ahad, 20 September 2026
Bersama: Habib Hilmy bin Jakfar Baraqbah & Kyai Saifudin Juri S.T.
Acara dibuka dengan pembacaan Surah Al Fatihah yang dipimpin oleh pembawa acara kemudian dzikir jama’i yang dipimpin oleh Ustad Toha. Dilanjutkan dengan rangkaian-rangkaian acara :
- Pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh santri SMP Islam Al Azhaar Tulungagung Ananda Akmal dan Firnas
- Sambutan pengasuh Pondok Pesantren Al Azhaar Tulungagung oleh K.H. Imam Mawardhi Ridwan. ” Bersama – sama mengawal program unggulan Al Azhaar yaitu semua yang berkaitan dengan Al Qur’an, karena Al Qur’an adalah sumber dari segala pengetahuan dan segala obat dalam menyelesaikan semua permasalahan ” .
- Mau’idhoh Hasanah oleh pengasuh Pondok Pesantren Al Mubarok Kediri Kyai Saifudin Juri S.T. dengan tema ” Tafakkur min Ayatil Qur’an “.
- Hadir dalam majlis adalah nikmat yang paling luar biasa , dan harus diiringi dengan niat tolabul Ilmi dan mahabbah terhadap Nabi Muhammad. Dalam suatu ayat disebutkan, ” Barang siapa yang mencari ilmu meskipun hanya sedikit, diamalkan atau tidak , itu lebih baik daripada melakukan sholat sunnah 1000 rakaat “.
- Hadir dalam majlis dzikir dan majlis ilmu itu adalah barokah. Dalam bekerja kita juga akan diberikan keberkahan. Nabi Muhammad SAW bersabda : ” Akan datang suatu masa pada ummatku yang mana orang-orang akan mnjauhi para ulama dan fuqoha “. Karena Suatu saat akan banyak seseorang yang menjauhi para ulama dan fuqoha “.
- Setelah itu Allah akan menurunkan 3 Musibah, yaitu:
a. Allah akan mengangkat barokah kerjanya. kerja yang dilakukan terus menerus untuk mencari dunia tidak ada yang diberkahi. Sebaik-baik Rizki adalah Rizki yang diberkahi meskipun hanya sedikit.
b. Allah akan menurunkan pemimpin yang dzolim.
c. Dikeluarkan dari dunia tanpa membawa iman, “na’uzubillah min dzalik “. Kita harus selalu tafakur, tafakur tentang apa yang menjadi penghalang di hari kiamat, karena cepat atau lambat semua akan mengalaminya. Imam Malik berpesan dalam kitab Alfiah, seseorang yang tdak mengingat kematian adalah orang sesat yang nyata. - Bagaimana dengan tafakur menambah keimanan? Diceritakan dalam kisah Nabi Ibrahim dalam bertafakur mencari Tuhannya. Pertama, Nabi Ibrahim merenung melihat sebuah bintang dan menganggap bintang adalah Tuhan, tetapi ternyata bintang bisa hilang. Kedua, Nabi Ibrahim melihat bulan, dan bulan bisa lenyap. Ketiga Nabi Ibrahim melihat matahari yang panas dan dahsyat, ternyata matahari bisa terbenam. Dari kejadian itu Nabi Ibrahim keluar dari kaum penyembah matahari. Dari semua kejadian Nabi Ibrahim menghadapkan diri kepada dzat yang menciptakan langit dan bumi. Dan iman Nabi Ibrahim sangat mantap karena melihat kuasa Allah, Nabi Ibrahim bisa menghidupkan burung yang sudah mati atas kuasa Allah.
- Melantunkan sholawat bersama Habib Hilmi bin Jakfar Baraqbah
- Mau’idhoh Hasanah oleh Gus Jalaluddin Alawi
- Adakah kesunahan yang sudah kita lakukan sesuai kesunahan Nabi Muhammad? Kita harus meniru kesunahan Nabi Muhammad SAW karena beliau adalah sebaik-baik manusia, sikapnya, sifatnya, perangainya, amalan”nya. Seperti menyikapi istri, dalam suatu kitab disebutkan bahwa para ulama menyebutkan se sholihah”nya wanita ya tetap wanita, yang suka crewet, dll
- Hubungkan diri kita pada Nabi Muhammad, seperti mengikuti amalan” Nabi Muhammad, seperti, adab memakai sandal, adab keluar masuk masjid , dan adab keluar masuk kamar mandi. Mari kita selalu mengikuti jejak Nabi Muhammad. Semoga kelak kita di akhir hayat dipimpin oleh Nabi Muhammad membaca syahadat.
Penutup
- Mahalul qiyam
- Do’a penutup oleh Kyai Luqmanul Hakim
Reporter : Ustadzah Rosi dan Ustadzah Isna