Kategori: Uncategorized

  • BERSAMA TK ISLAM AL AZHAAR TULUNGAGUNG MENGUKIR KARAKTER ANAK DIUSIA EMAS

    Anak adalah investasi untuk masa yang sangat panjang . Tentunya hal ini berlaku bagi para orang tua yang memahami bahwa anak adalah aset orang tua untuk kebahagiaan dunia dan akheratnya. Jika orang tua mendidik dengan benar maka kelak  akan merasakan kebahagiaan bersama anaknya. Meskipun hanya dengan memandangnya atau hanya mendengarkan kabarnya saja. Apalagi bisa membersamainya.

    Pahala dari Alloh akan selalu mengalir kepada orang tua atas kebaikan  yang  dilakukan anak yang belum baligh (Balita) sejak masih didunia sampai di akhirat tentunya. Usia balita adalah usia emas bagi anak untuk pertumbuhanya. Oleh karenanya apapun diajarkan kepadanya akan melekat sepanjang masa. Orang tua yg telah berupaya dengan susah payah dan mencurahkan  segala daya untuk membantu anaknya melakukan kebaikan diusia belianya. Usahanya bagaikan  orang yang mengukir batu yang keras dan susah untuk dipahat . Sedikit demi sedikit , setitik demi setik menorehkan guratan pada batu. Dari hari kehari , pekan ke pekan bulan ke bulan hingga bertahun tahun barulah nampak ukiran yg indah dipandang, awet sepanjang masa. Tak lekang tertimpa panas, tak lapuk tertimpa hujan. Inilah istemewanya hasil pembelajaran di usia Emas.

    Untuk itu harus kita perhatikan Materi dasar yang diajarkan pertama dan utama yang sangat penting dan mendesak untuk segera diajarkan adalah :

    1. AL QUR’AN.

    Alquran adalah kalamulloh untuk mengenalkan anak kepada Alloh penciptanya dan Sebagai            dasar dari seluruh ilmu dan pengetahuan. Jika anak diajari Al quran maka Al quran yang akan mengajari bagaimana mencintai orang tua dan bersikap dan hidupnya.

    TK Islam Al Azhaar Tulungagung mencanangkan pembelajaran Alquran (Membaca dan menghafal) sebagai program unggulan. Hal ini menjadi materi pertama dan utama dalam porsi pembelajaran setiap harinya (50% alokasi waktu pembelajaran).

    Alhamdulillah anak – anak  yang sukses di program Al qurannya, program lain pendukungnya tidak ada yang bermasalah. Bahkan anak yang awalnya mengalami kesulitan komunikasi pada akhirnya bersama Al quran bisa menjadi solusi.

    Meghafal Al quran diusia balita mempunyai beberapa keutamaan :

    1. Alloh mencampurkan Al quran dalam Daging dan Darahnya.

    Rosululloh bersabda, Artinya: “ Siapa yang belajar Al quran pada usia belia, maka Alloh akan mencampurkan Al quran itu dalam daging dan darahnya ” ( HR. Al Bukhori dalam Attarikh alKabirda  termasuk hadits hasan) .  Karena itu belajar Alquran itu semakin kecil usianya, semakin baik

         2. Segera mendapatkan pahala.

    Diriwayatkan dari Anas : Bahwa seorang anak yang belum mencapai usia baligh, apabila mengerjakan kebaikan, maka akan dicatat juga pahala untuk kedua orang tuanya. Apabila melakukan dosa, tidak akan dicatat untuknya ataupun kedua orang tuanya.

         3.  Menolak balak bagi keluarganya.

    Dari hudzaifah bin Yaman , ia berkata bahwa Rosululloh SAW bersabda : Sesungguhnya Alloh menimpakan Adzab kepada suatu kaum kemudian Alloh mendengar seorang bayi atau anak dari mereka membaca Alhamdulillahi Robbil‘aalamiin, maka Alloh akan mengangkat bala tersebut 40 tahun karena bacaan anak tersebut.

         4. Belajar di usia kecil hasilnya akan melekat lama bagai ukiran diatas batu

         5. Meneruskan tradisi para ulama yang selalu menghafal Al quran dahulu sebelum menekuni  ilmu lainnya.

    Ulama zaman keemasan Islam rata – rata  menghafal Al quran diusia belia. Demikianlah pentingnya belajar Al quran diusia dini. Hal ini akan menjadi dasar segala perkembangan yang akan dialaminya pada masa berikutnya

    1. CINTA ROSUL

    Materi kedua adalah pengenalan kepada tokoh panutan berkarakter mulia dan sempurna berlaku  sepanjang masa. Yaitu dengan mengenalkan dan menanamkan katakter Rosululloh sebagai sosok teladan dalam :

           1. SHIDDIQ

    Rosululloh SAW adalah teladan dalam kejujuran. Sejak dini anak dikenalkan pada sosok Rosululloh selalu jujur dalam segala prilakunya dan sangat mengedepankan kejujuran dalam bergaul dengan sesama.

          2. AMANAH

    Rosululloh SAW adalah teladan dalam keteguhan menjaga amanah (kepercayaan). Sejak muda beliau sudah terkenal keteguhannya dalam menjaga amanah hingga beliau diberi gelar Al Amin

         3. TABLIGH

    Rosululloh SAW adalah teladan dalam menyampaikan Risalah kenabian (wahyu). Tidak ada satupun Risalah kenabiyan yang tidak tersampaikan oleh Rosul kepada umatnya

         4. FATHONAH

    Rosululloh adalah SAW adalah manusia yang super cerdas dalam segala hal.

    Karakter inilah yg ditanamkan dalam jiwa anak melalui siroh hingga muncullah rasa cinta dan semangat untuk meneladaninya dan selalu mengingatnya dalam untaian sholawat yg terlantun dari bibir mungilnya.

    ALLOHUMMA SHOLLI WASALLIM ALAA SAYYIDI WAHAABIIBII WATHOBIIBI QOLBI WAJASADII WARUUHI  SAYYIDI ROSULILLAH MUHAMMADIBNI ABDILLAH ASHSHODIQIL AAMIIN WA ALAA AALIHI WASHOHBIHI AJMAAIIN

    Cinta Al quran dan  Cinta Rosul inilah diharapkan menjadi dasar bangunan kepribadian yang kokoh pada anak . Sehingga kelak mereka menjadi pribadi yang sukses yang berguna bagi masyarakat  dan penerus Risalah Rosululloh.

    Dalam pembelajaran di Tk Islam Al Azhaar guru memberikan pelayanan pendidikan   kepada santri dengan sepenuh hati , mencurahkan kasih sayang pada anak usia dini dengan harapan terbentuknya generasi Robbani yang kelak siap menjadi pemimpin untuk memakmurkan bumi. Oleh karenanya para pendidik di TK Islam Al azhaar  selalu berupaya untuk meningkatkan potensi diri agar bisa menampilkan teladan karater terbaik  dalam semangat  yang  kuat dengan bekal ilmu dan keihlasan.

     

     

    Siti Sholihah, 18 Nofember 2020

  • Santri TK Al Azhaar Tulungagung Bersama Bapak – Bapak Tentara

    Belajar tidak harus didalam kelas. Santri TK Al Azhaar Tulungagung berkunjung ke kantor Koramil Tulungagung. Para bapak tentara menyambut kami dengan sangat baik. Beliau-beliau sangat senang dikunjungi anak-anak.

           Di kantor koramil santri  TK Al Azhaar diajak keliling ruangan kantor dan diberitahu kegunaan ruangan tersebut oleh bapak-bapak tentara. Kemudian anak – anak dikumpulkan diruangan depan koramil. Disitu bapak tentara mengajak anak-anak bergembira , menyanyi bersama , menyerukan yel-yel tentara dan memberikan semangat untuk mempunyai cita-cita sebagai tentara,

           Selain memberikan ilmu kepada anak juga memberikan ilmu kepada para ustadzah bagaimana cara mendaftarkan putra – putranya untuk bisa menjadi tentara dengan cara yang benar dan jujur.

          Bapak – bapak tentara menemani anak- anak sampai pukul 10.00 wib . Setelah selesai memberikan ilmu bapak tentara juga menemani anak- anak berbagi nasi kotak untuk warga sekitar kantor koramil. Bapak tentara dengan sabar menemani anak-anak membagikan nasi kotak . Warga yang diberi nasi sangat senang dan merasa kagum dengan kepedulian anak – anak dengan orang lain.

     

            Kami tidak hanya disambut oleh bapak tentara tapi juga istri dari bapak tentara .

    Ibu kepala koramil sangat senang kami kunjungi. Beliau suka dengan anak dan kagum dengan keikhlasan dari guru TK yang telah sabar mengajar dan mendidik anak – anak yang masih kecil  dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

     

    Urul Winarrni, 18 Nofember 2020

  • TK Unggulan-TK Islam Al Azhaar Tulungagung-Mengapa Membaca Al-Qur’an itu Penting?

    Karena menurut survey yang dilakukan oleh dr. Al-Qodhi
    di Klinik Besar Florida, Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan ayat suci al-Qur’an baik bagi yg mengerti bahasa Arab atau tidak, ternyata memberikan perubahan fisiologis yang sangat besar.
    Termasuk salah satunya menangkal berbagai macam penyakit.

    Hal ini dikuatkan lagi oleh Penemuan Muhammad Salim yang dipublikasikan Universitas Boston.

    Lalu, mengapa di dalam Islam, ketika kita mengaji disarankan untuk bersuara ? Minimal untuk diri sendiri alias terdengar oleh telinga kita.

    Berikut penjelasan logisnya :

    ✅ Setiap sel di dalam tubuh kita bergetar di dalam sebuah sistem yang seksama, dan perubahan sekecil apapun dalam getaran ini akan menimbulkan potensi penyakit di berbagai bagian tubuh…

    Nah… Sel-sel yang rusak ini harus digetarkan kembali untuk mengembalikan keseimbangannya.

    Hal tersebut artinya harus dengan suara. Maka muncullah TERAPI SUARA yang ditemukan oleh dr. Alfred Tomatis, seorang dokter di Prancis.

    Sementara dr. Al-Qodhi menemukan, bahwa

    MEMBACA AL-QUR’AN DENGAN BERSUARA, Memberikan pengaruh yang luar biasa terhadap sel-sel otak untuk mengembalikan keseimbangannya.

    ✅ Penelitian berikutnya membuktikan Sel Kanker dapat hancur dengan menggunakan FREKUENSI SUARA saja.

    Dan kembali terbukti bahwa, Membaca Al-Qur’an memiliki dampak hebat dalam proses penyembuhan penyakit sekaliber kanker.

    ✅ Virus dan kuman berhenti bergetar saat dibacakan ayat suci Al-Qur’an, dan disaat yang sama , Sel-sel sehat menjadi aktif.
    Mengembalikan keseimbangan program yang terganggu tadi.

    Silahkan dilihat QS. Al-Isro’ ayat 82.👌

    Dan yang lebih menguatkan supaya diri ini semakin rajin dan giat membaca al-Qur’an adalah karena menurut survey :

    SUARA YANG PALING MEMILIKI PENGARUH KUAT TERHADAP SEL-SEL TUBUH, ADALAH SUARA SI PEMILIK TUBUH ITU SENDIRI. Lihat QS. 7 ayat 55 dan QS. 17 ayat 10.

    Mengapa Sholat berjama’ah lebih di anjurkan?.
    Karena ada do’a yg dilantunkan dengan keras, sehingga terdengar oleh telinga, Dan ini bisa memgembalikan sistem yang seharian rusak.

    Mengapa dalam Islam mendengarkan lagu hingar bingar tidak dianjurkan?.

    Karena survey membuktikan, bahwa getaran suara hingar bingar MEMBUAT TUBUH TIDAK SEIMBANG.

    Maka kesimpulannya adalah :

    1. Bacalah Al-Qur’an di pagi hari dan malam hari sebelum tidur untuk mengembalikan sistem tubuh kembali normal.

    2. Kurangi mendengarkan musik hingar bingar, ganti saja dengan murotal yang jelas-jelas memberikan efek menyembuhkan.

    Siapa tau kita punya potensi terkena kanker, tapi karena rajin mendengarkan murotal, penyakit tersebut bisa hancur sebelum terdeteksi.

    3. Sempurnakan membaca al-Qur’an, karena efek suara kita sendirilah yang paling dasyat dalam penyembuhan.
    Wallahu A’lam Bishawab

     

    Sri Yuliani,  23 Juni 2020

  • IBU ( USTADZAH TK ISLAM AL AZHAAR TULUNGAGUNG ) YANG SIAP MENDIDIK 2 ANAK LAKI – LAKINYA

     

     

     

    Alhamdulillah saya ditakdirkan menjadi seorang ibu dari dua anak laki – laki yang sehat dan juga mengajar di TK ISLAM AL AZHAAR TULUNGAGUNG siap mendidik 2 anak laki-laki saya, karena saya merasa ibu adalah sahabat sejati, hanya ibulah yang bersama kita dalam semua kesusahan, kesedihan, dan saat tergelap dalam kita. Dalam kehidupan ini, sosok atau figur seorang ibu memiliki peran sangat penting dalam perkembangan mental serta emosional seseorang. Ibu digambarkan sebagai sosok seperti malaikat dalam kehidupan seorang manusia, kasih sayang dan kelemah  lembutannya tak tergantikan oleh apa pun.

                      Ibu juga berfungsi sebagai penyeimbang dalam keluarga . Dalam setiap rumah tangga, peran ibu  sangat diperlukan. Sebaik – baiknya seorang ayah , dia tidak akan bisa menggantikan peran seorang ibu, Kepekaan, kasih sayang dan kelemah lembutannya. Kodrat dari Allah SWT inilah yang tidak dimiliki seorang laki-laki. Bagi anak – anak , Karena kesabaran dan kepekaannya, ibu sering dipakai sebagai tempat untuk mencurahkan segala beban dan permasalahan hidupnya, kadang pula kedekatan seorang anak terhadap ayahnya tidak bisa mengalahkan kedekatannya kepada ibu.

                     Karakter seorang ibu sangat penting bagi setiap anak perempuan maupun laki – laki. Namun khususnya laki – laki , ibu adalah cinta pertama dan sejatinya, sosok yang dapat mendidiknya untuk menjadi pribadi yang penuh kasih kasih dan bertanggung jawab. Saya merasa betapa penting peran saya bagi dua anak laki – laki saya. Saya  harus mendidik anak – anak saya menjadi pria – pria yang taat pada agama, sabar, penyayang, penuh percaya diri dan tanggung jawab bagi keluarganya suatu hari nanti.

                     Untuk mewujudkan itu semua saya merasa harus melaksanakan tujuh cara dalam mendidik dua anak laki – laki saya yaitu :

    1. Mengajarkan nilai – niali agama Islam sejak bayi dan menyekolahkan anak ke lembaga Islam .

               Agama adalah pondasi utama dalam mendidik anak, dengan mengajarkan agama sejak bayi bahkan sejak dalam kandungan sangat penting,agar anak mengenal pelajaran agama sejak dini sehingga anak mau melakasanakan ibadah pada waktunya. Dengan menyekolahkan anak di lembaga Islam saya berharap anak saya lebih banyak mendapatkan ilmu agama yang dapat digunakan sebagai pedoman untuk menerapkan semua ilmu yang di dapat anak dalam kehidupan sehari – hari anak saya. Pada zaman sekarang ini ilmu agama sangat penting melebihi ilmu apapun.    

    1. Mengajarkan kesabaran dan ketegaran dalam hidup

               Ibu dalam kehidupan rumah tangga adalah sebagai teladan anak,, maka sebagai ibu saya harus dapat menghadapi dan menangani masalah demi masalah yang ada dalam rumah tangga dengan kesabaran dan ketegaran. Kesabaran yang ditunjukkan oleh ibu  dapat menjadi nyata bagi anak – anaknya. Ketika kita sabar dan tegar dalam mengahadapi masalah dirumah , hal itu akan mengajarkan kepada anak kita scara tidak langsung , aar mereka juga kuat mengatasi permasalahan yang akan dihadapi kelak ketika sudah dewasa dan dimanapun tempatnya.

    1. Mengajarkan Kelamah lembutan dalam bersikap          

                       Sikap seorang anak laki- laki yang tumbuh tanpa seorang ibu, umumnya akan menjadi seseorang yang kasar, kurang peka terhadap diri sendiri, tidak menghargai orang lain serta lingkungan sekitarnya. Seorang harus mengajarkan kepada anak laki – lakinya agar menjadi lemah lembut dalam bersikap, tanpa harus menghilangkan sisi ketegasannya sebagai seorang laki – laki.

    1. Menjadi penyemangat      

                      Terkadang hari –hari anak penuh dengan tantangan, kita sebagai ibu  harus peka dengan situasi yang anak sedang rasakan. Kita harus berpikir positif dan memberikan kata – kata serta  dukungan penyemangat agar anak kita memiliki keyakinan dan persaan optimis yang tinggi bahwa segala sesuatu pasti solusinya. Kita tidak boleh menunjukkan kepada anak sikap putus atau pesimis dalam menghadapi tantangan.

    1. Sebagai perekat

                 Di dalam rumah tangga terkadang konflik pertikaian sesama anggota keluarga bisa tak terhindarkan, ibu adalah satu – satunya orang yang seharusnya berdiri pada posisi netral. Kita harus menjadi penengah dan pendamai perselisihan antara anak dengan ayah atau anak dengan saudaranya. Secara singkat kita harus jadi perekat untuk mempersatukan seluruh anggota keluarga, agar dapat bekerja sama dengan baik dan saling menghargai.

    1. Menjadi penasehat yang baik

                  Seorang anak ada kalanya bimbang ketika mengambil sebuah keputusan untuk yang pertama kalinya. Peran kita sebagai ibu disini sangat diperlukannya, kita harus memberikan masukan dan nasehat – nasehat yang dia perlukan, kita bantu dia untuk percaya diri dan mampu memahami dampak baik serta buruk dari keputusan yang akan diambil. Kita yakinkan dia bahwa apapun keputusan yang akan diambil , itu adalah yang terbaik untuknya.

     

    1. Menjadi ibu yang pemberani

                   Kita sebagai seorang  wanita juga harus berani dalam melakukan berbagai aktifitas . kadang kita harus melakukan sendiri tugas – tugas seorang laki – laki tanpa harus menunggu hingga suami pulang dari kerja. Misalnya ada lampu ruamh yang putus ibu berani mengganti sendiri lampu tersebut walau dengan naik kursi. Mungkin bagi kita hal yang  sepele tapi di mata anak kita, kita  adalah seorang ibu yang  hebat.

     

    By. Urul Winarni

  • SAFARI SAHABAT QUR’ANI( SSQ), TK  AL AZHAAR TULUNGAGUNG

    SAFARI SAHABAT QUR’ANI( SSQ), TK  AL AZHAAR TULUNGAGUNG

    tkalazhaar.sch.id                

               Safari sahabat qur’ani (SSQ), Tk Islam Al Azhaar Tulungagung merupakan program untuk murojaah bersama teman – teman dilingkungan rumah santri (walisantri) yang menghendaki rumahnya untuk santri – santri tempati,disana kita mengundang anak seusia paud sampai Tk yang di lingkungan rumah untuk kita silahturahmi dan murojaah santri TK ISLAM AL AZHAAR TULUNGAGUNG. Alhamdulillaah program tersebut belajar lancar dan istikomah setiap bulan, bahkan pernah SSQ dilaksanakan 1 bulan 2 kali karena permintaan walisantri.

               SSQ merupakan kegiatan yang disenangi santri karena selain dapat murojaah bersama teman baru juga berkunjung dirumah temannya. Santri sangat antusias dan semangat kalau sudah diberitahu kalau hari Sabtu ini kita SSQ dirumah salah satu temannya. Mereka bersorak gembira dan sangat riang. Anak yang mulanya semangat sekolahnya menurun begitu tahu akan diajak SSQ menjadi semangat sekolah lagi. Begitu diumumkan akan diajak SSQ mereka langsung bertanya kepada ustadzah : rumahnya mana ustadzah? berangkat jam berapa ustadzah? naik apa ustadzah? Dan masih banyak pertanyaan yang meraka tanyakan. Disini anak menjadi aktif bertanya dan dapat menyusun serta mengungkapkan kalimat pertanyaan yang merupakan salah satu indikator yang harus kita laksanakan dalam pembelajaran di TK.

                SSQ adalah satu kegiatan  outdoor  yang kami terus kembangkan  agar kegiatan dakwah lembaga Islam Al Azhaar semakin luas. Dalam acara tersebut biasanya oleh walisantri yang rumahnya ditempati dibuatkan panggung sederhana untuk anak-anak tampil membacakan suroh-suroh Al qur’an. Anak –anak bergiliran tampil bersama anggota kelompok belajarnya disekolah dan juga bisa bersama anak lingkungan sekitar yang diundang. Anak – anak sangat senang kalau gilirannya tampil. Anak-anak semua menginginkan pegang mic ,seakan mereka ingin menunjukkan bahwa saya sudah hafal suroh yang dibacakan.                                

                  Mereka juga sabar menunggu gilirannya untuk tampil, karena Ustadzah sudah mengajarkan agar bersikap sabar dan tenang dalam mendengarkan orang yang membaca AlQur’an. Allah SWT sudah berjanji siapapun yang mendengarkan lantunan ayat-ayat Al Qur’an akan diberikan pahala yang sama dengan orang yang membaca Al Qur’an tersebut.

                SSQ tidak hanya diikuti oleh santri dan anak – anak sekitar rumah tapi juga diikuti walisantri  yang  berkenan mengikuti acara SSQ sampai selesai. Disitu  para wali santri dapat bersilaturohmi dengan walisantri yang lain, Dan juga dapat melihat dan mendengarkan anak-anaknya menghafalkan Al Qur’an . Para wali santri juga bergiliran menggunakan mobilnya untuk mengantarkan santri-santri kerumah yang ditempati kalau lokasinya jauh. Alhamdulillaah mereka ikhlas mengantarkan anak- anak sampai ketujuan dan bahkan mengantarkan kembali kelokasi sekolah.  MasyaAllah semoga  Allah SWT membalas amal ibadah walisantri TK Islam AlAzhaar. Aamiin…

     

               Waktu yang dipilih walisantri untuk mengadakan SSQ dirumahnya biasanya diwaktu hari ulang tahun anaknya. Selain acara SSQ mereka juga merayakan tasyakuran hari ulang tahun Ananda. Para wali santri berpendapat bahwa daripada ulang tahun dirayakan ditempat-tempat yang kurang mendukung dengan pendidikan anak lebih baik diadakan dirumah dan diisi dengan murojaah bersama. Wali santri sangat bersyukur dapat merayakan ulang tahun anaknya dengan dihiasi bacaan ayat-ayat Al Qur’an. Bahkan begitu senangnya ada walisantri  yang berbagi dengan anak-anak dengan menyediakan konsumsi bagi semua anak,  dan juga membagikan bingkisan kepada anak-anak sholih sholihah tersebut.  MasyaAllah semoga Allah SWT menambah rizkinya dan memberikan keberkahan  kepada walisantri TK Al Azhaar dan santri-santri Al Azhaar menjadi anak yang sholih sholihah  yang  selalu berbakti kepada orang tuanya dan berguna bagi agama dan bangsanya. AamiinyaRobbal ‘alamin…

     

    By. Urul Winarni

  • 4 KEUTAMAAN BELAJAR AL QUR’AN SEJAK DINI

    🌻🌷🌻🌷🌻

    TK ISLAM AL AZHAAR KEPATIHAN TULUNGAGUNG
    Cp : 085235591945

    LEVEL 2 : JUZ TABAROK (29)
    Terdapat 4 keutamaan dalam menghafal Al-Qur’an ketika masih kecil yaitu :
    tercampurnya Al-Qur’an di dalam daging dan darah anak tersebut, disegerakan mendapat pahala untuk anak dan kedua orang tuanya, tertolaknya bala bagi keluarga anak tersebut, dan tertanamnya hafalan Al-Qur’an di otak anak tersebut seperti ukiran di atas batu.
    1~Tercampur dalam daging dan darahnya
    “Barangsiapa yang belajar al-Qur’an pada waktu kecil maka Allah akan mencampurkan Al-Qur’an itu dalam daging dan darahnya.” 2~Disegerakan mendapat pahala
    “Diriwayatkan dari Anas secara marfu’ bahwa seorang anak yang belum mencapai usia baligh, apabila mengerjakan kebaikan, maka akan dicatat juga pahala untuk kedua orang tuanya. Apabila melakukan dosa, tidak dicatat untuknya maupun untuk kedua orang tuanya.”
    3~Hafalan lebih awet
    Dari Ma’bad dari Al-Hasan Al-Bashri, dia berkata, “Menuntut ilmu di waktu kecil seperti memahat di batu.”
    Membimbing anak
    kecil menjadi penghafal Al-Qur’an tidaklah mudah layaknya memahat di atas batu, perlu usaha keras. Yang perlu diingat adalah pahatan memang susah untuk dibuat akan tetapi tidaklah mudah untuk dihilangkan sehingga sama saja dengan anak kecil yang susah sekali dibimbing untuk menjadi penghafal Al-Qur’an, maka apabila berhasil dalam menghafal maka hafalannya pun tidak mudah untuk hilang.
    4~Menolak bala’ bagi keluarganya
    Dari Hudzaifah bin Yaman, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah akan menimpakan azab kepada suatu kaum kemudian Allah mendengar seorang bayi atau anak dari mereka membaca “Alhamdulillahi rabbil alamin” maka Allah akan mengangkat bala tersebut selama 40 tahun karena bacaan anak tersebut.”

  • Tadabur Alam TK Islam Al Azhaar Tulungagung

    Tadabur Alam TK Islam Al Azhaar Tulungagung

    Tadabur Alam Prigen 2018/2019                            TK Islam Al Azhaar Tulungagung

    Apa sih tadabur alam itu ??

              Yaa, secara bahasa tadabur berarti perjalanan. Perjalanan disini dimaksudkan ialah perjalanan mentadaburi alam dengan tujuan yang baik dan didasarkan niat kepada Allah SWT.

               Tadabur alam merupakan kegiatan yang selalu dinantikan oleh anak-anak tentunya. Kegiatan tadabur alam ini rutin dilaksanakan dan sudah menjadi agenda tahunan. Selain sebagai wahana bermain, kegiatan tadabur alam juga bisa digunakan sebahai wahana edukasi anak-anak untuk menganal lingkungan dan ciptaan Allah SWT. Dengan demikian secara tidak langsung anak juga sudah memperluas wawasan, dan menambah kedekatan antar keluarga, guru, dan teman sebayanya.

             Begitu pula kegiatan yang telah dilaksanakan oleh TK Islam Al Azhaar Tulungagung. Yang mana kegiatan tadabur alam tahun ajaran 2018/2019 dilaksanakan di Prigen Pasuruan pada tanggal 23 Januari 2019 dengan 3 rombongan bis.

            Dalam kegiatan seperti ini membuat anak-anak sangat senang, mereka begitu menikmati perjalanan serta kebersamaan selama kegiatan tadabur alam berlangsung. Biasanya, ketika anak-anak belajar di sekokahan mereka tidak didampingi oleh orang tua. Akan tetapi, kegiatan tadabur alam ini anak-anak didampingi oleh orang tua mereka masing-masing. Sehingga terjalin kedekatan antar anak dan orang tuanya.

    Kenapa tadabur alam itu penting dalam pendidikan anak usia dini?

    “Senang nya tadabur alam bersama TK Islam                     Al Azhaar Tulungagung”

    Ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari kegiatan tadabur alam bagi anak-anak. Diantaranya yaitu :

    1. Mendapatkan pengalaman baru. 

              Kegiatan tadabur alam akan menambah wawasan dan meningkatkan pengetahuan baru kepada anak.

          2. Meningkatkan rasa percaya diri.

            Tadabur alam secara langsung anak akan bertemu dengan orang banyak, oleh karena itu akan meningkatkan kepercayaan diri pada anak.

          3. Meningkatkan kreatifitas anak.

         Menambah kreatifitas bahasa anak. Seperti misalnya: anak mampu bercerita tentang apa yang baru saja dilakukan, dilihat, diamatinya ketika mengikuti kegiatan tadabur alam.

          4. Menambah semangat belajar anak.

            Setelah melakukan kegiatan tadabur alam, anak akan semakin giat dalam belajar. hal tersebut dikarenakan anak  sudah merasa mendapatkan kepuasan diri.

          5. Bertambahnya rasa sosial anak terhadap orang lain.

             Tadabur alam memberikan pengaruh baik terhadap kemampuan sosial emosional anak, yaitu salah satunya  anak menjadi lebih peka terhadan lingkungan dan teman sebayanya. Misalnya, saling membatu ketika teman sebaya mengalami kesusahan, mau membantu pekerjaan rumah orang tua, mengalah kepada adik ketika bermain.

          6. Bertambahnya rasa syukur kepada Sang Pencipta.

               Dengan melihat berbagai macam binatang dan tumbuhan maka anak akan lebih meningkatkan keimanannya, secara tidak langsung anaka kan berfikir bahwa Allah SWT ternyata yang menciptakan dunia beserta isinya dengan begitu sempurna. 

  • TK Islam Al Azhaar Tulungagung

    TK Islam Al Azhaar Tulungagung

    Tkalazhaar.sch.id. TK Islam Al Azhaar Tulungagung

    Taman kanak-kanak (TK) adalah jenjang pendidikan anak usia dini (usia 6 tahun atau di bawahnya) dalam bentuk pendidikan formal. Kurikulum TK ditekankan pada pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

    Lama masa belajar seorang murid di TK biasanya tergantung pada tingkat kecerdasannya yang dinilai dari rapor per semester. Secara umum untuk lulus dari tingkat program di TK selama 2 (dua) tahun, yaitu:

    TK 0 (nol) Kecil (TK kecil) selama 1 (satu) tahun

    TK 0 (nol) Besar (TK besar) selama 1 (satu) tahun

    Di Indonesia, seseorang tidak diwajibkan untuk menempuh pendidikan di TK.

    Pembelajaran di TK di TK Al Azhaar Tulungagung

    Di TK, siswa diberi kesempatan untuk belajar dan diberikan kurikulum pembelajaran yang sesuai dengan usia pada tiap-tiap tingkatannya. Siswa diajarkan mengenai hal berikut ini:

    agama,

    budi bahasa,

    berhitung,

    membaca (mengenal aksara dan ejaan),

    bernyanyi,

    bersosialisasi dalam lingkungan keluarga dan teman-teman sepermainannya, dan

    berbagai macam keterampilan lainnya.

    Tujuan belajar di TK adalah meningkatkan daya cipta anak-anak dan memacu mereka untuk belajar mengenal berbagai macam ilmu pengetahuan melalui pendekatan nilai budi bahasa, agama, sosial, emosional, fisik, motorik, kognitif, bahasa, seni, dan kemandirian. Semua dirancang sebagai upaya mengembangkan daya pikir dan peranan anak dalam hidupnya.